top of page
Persuasive Leadership

Bayangkan situasi ini: Kamu masuk ruang rapat. Semua hadir. Laptop terbuka, kopi sudah di tangan. Kamu bicara, mereka mengangguk. Kamu kasih arahan, mereka bilang "siap." Tapi dua minggu kemudian? Hasil yang sama. Semangat yang sama. Performa yang sama.

 

Yang sering dipikirkan seorang leader:

 

  • Setelah rapat tim: "Semua bilang siap. Tapi kok minggu depan hasilnya sama saja?"
  • Setelah kasih feedback: "Saya udah bilangin baik-baik. Kenapa mereka malah defensif?"
  • Tengah malam: "Capek sendiri. Mereka santai. Ini salah saya atau salah tim?"
  • Hadapi Gen Z: "Cara yang dulu berhasil sekarang kok tidak mempan?"

 

Pernah merasakan situasi ini?

 

Bukan soal timmu yang malas atau tidak kompeten. Ada yang lebih dalam dari itu, dan kamu mungkin belum pernah diberi tahu apa sebenarnya akar masalahnya.

 

Kebanyakan leader yang kami temui bukan orang yang tidak kompeten. Mereka pekerja keras. Mereka peduli dengan timnya. Tapi ada satu hal yang sering terlewat: cara memotivasi, berkomunikasi, dan memberikan feedback yang benar-benar masuk ke orang lain itu skill yang bisa dipelajari. Dan kebanyakan dari kita tidak pernah benar-benar diajari.

 

Mana Yang Paling Kamu Rasakan?

 

Cek satu per satu. Kalau minimal 3 dari 5 ini terasa familiar, sesi ini memang dibuat untukmu:

 

  1. Tim hadir tapi tidak sungguh-sungguh bekerja

    Fisiknya ada, tapi pikirannya entah ke mana. Engagement rendah meski kamu sudah kasih semua yang dibutuhkan.

  2. Motivasi yang diberikan tidak bertahan lama

    Setelah town hall atau team meeting, semangat meledak. Tapi dua minggu kemudian, semuanya kembali ke baseline.

  3. Komunikasi sering tidak nyambung

    Kamu merasa sudah jelas. Tapi timmu sering salah tangkap, tidak follow-through, atau tidak tahu prioritas mana yang harusnya pertama.

  4. Feedback diabaikan atau ditolak

    Kamu kasih feedback dengan niat baik, tapi hasilnya defensif, diam, atau tidak ada perubahan sama sekali.

  5. Merasa sendirian menanggung beban hasil tim

    Ujung-ujungnya kamu yang harus turun tangan, bukan karena mau micromanage, tapi karena tidak ada yang bergerak kalau tidak didorong terus.

  6. Gap generasi yang makin terasa

    Gen Z di timmu butuh pendekatan yang berbeda. Cara lama tidak mempan, tapi cara baru belum ketemu.

 

Pelajari cara memotivasi dan menggerakkan tim, termasuk Gen Z, tanpa micromanaging. Pendekatan praktis yang bisa langsung kamu terapkan hari Senin depan.

Persuasive Leadership

IDR 100,000Price
  • 📅Kamis, 25 Juni 2026 · pk 09.00 - 12.00 WIB

bottom of page